Konseling merupakan suatu hubungan yang bersifat
membantu, yaitu interaksi antara konselor dan konseli yang merupakan suatu
kondisi yang membuat konseli terbantu dalam mencapai perubahan yang lebih
baik. Bila dicermati, pada hakekatnya konseling itu bersifat psikologis.
Namun dalam proses atau impelementasinya terdapat kesalahan atau kerancauan
dalam memahami antara konseling dan psikoterapi (psikologi). Baik itu dalam
proses maupun pendekatan.
Konseling sebagai proses berarti konseling tidak dapat
dilakukan sesaat. Butuh proses yang merupakan waktu untuk membantu klien dalam
memecahkan masalah mereka, dan bukan terjadi hanya dalam satu pertemuan.
Permasalahan klien yang kompleks dan cukup berat, konseling dapat dilakukan
beberapa kali dalam pertemuan secara berkelanjutan
Konseling yang
lengkap meliputi lima proses, yaitu : Proses pengantaraan, penjajagan,
penafsiran, pembinaan, dan penilaian/pengembangan. Sasaran kelima prose situ
adalah gatra-gatra yang ada pada diri individu (klien) berkenaan dengan tingkah
lakunya yang bermasalah dengan segenap latar belakang dan sangkut pautnya.
Selain melalui penahapan juga harus dengan diiringi dengan sebuah pendekatan
yang tepat agar jalannya konseling dapat berjalan dengan baik.
- · ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM KONSELING
a. Kognisi Dalam Konseling
Kognisi merupakan bagian intelek yang merujuk pada penerimaan,
penafsiran, pemikiran, pengingatan, pengkhayalan atau penciptaan, pengambilan
keputusan dan penalaran. Bagaimana orang memandang satu kejadian seringkali
menentukan reaksi emosi dan kombinasi kognisi dengan emosi akan menghasilkan
respon perilaku. Sebagai konsekuensinya, walaupun dua orang mengalami kejadian
yang sama, mungkin akan memberikan reaksi yang berbeda.
b. Emosi Dalam Konseling
Emosi merupakan warna afektif yang menyertai setiap perilaku
individu yang berupa perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat
menghadapi situasi tertentu. Interaksi antara kognisi, emosi dan tindakan
mencerminkan satu sistem hubungan sebab akibat. Makna Emosi Arnold, dalam Surya (2003), menyebutkan bahwa emosi yaitu rasa dan atau perasaan yang membuat
kecenderungan yang mengarah terhadap sesuatu yang secara intuitif dinilai
sebagai hal yang baik dan bermanfaat, atau menjauhi dari sesuatu yang secara
intuitif dinilai buruk atau berbahaya. Tindakan itu diikuti oleh pola-pola
perubahan fisiologis sejalan dengan mendekati atau menghindari obyek. Pola
tindakan berbeda antara emosi yang berbeda. Goleman (1996) menganggap emosi merujuk pada suatu perasaan dan
pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian
kecenderungan untuk bertindak
c. Motivasi Dalam Konseling
Salah satu aspek dalam konseling adalah motivasi, yaitu memberikan
dorongan kepada klien agar mampu melaksanakan perilaku dalam upaya memecahkan
maslahnya secara efektif dan produktif.
d. Perkembangan dalam Konseling
Makna Perkembangan
Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progresif dan
kontinyu (berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati.
Pengertian perkembangan yang lain adalah perubahan-perubahan yang dialami
individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya yang
berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan, baik
menyangkut fisik maupun psikis. (Yusuf, LN, 2002).
- · LANGKAH-LANGKAH PSIKOLOGI DALAM KONSELING
1.
Menyatakan kepedulian atau keprihatinan dan membentuk kebutuhan akan bantuan menyatakan
kepedulian atau keprihatinan dan membentuk hubungan dengan klien sebagai upaya
menjalin kedekatan. Melalui kegiatan ini diharapkan klien berkeinginan untuk
dan semangat untuk menyelesaikan masalahnya. Proses ini juga akan memberikan
gambaran tentang tujuan nya mengikuti konseling.
Keseriusan dan kejujuran klien akan nampak, dan memberikan penjelasan serta
pengertian agar klein menyadari perlunya bantuan untuk menyelesaikan masalahnya
dank lien mau mengikuti proses konseling.
2.Membentuk
hubungan. Membangun hubungan yang bercirikan kepercayaan, keyakinan, dengan
didasari keterbukaandan kejujuran atas semua pernyataan klien dan Konselor
dalam proses konseling. Pada proses ini diharapkan akan terjadi hubungan
ketergantungan pada Konselor, yaitu bagaimana Konselor dapat dijadikan sebagai
pribadi yang dijadikan contoh. Hal ini menyebabkan kepercayaan klien cukup
besar terhadap koselor maka bantuan akan mudah diberikan. Tehnik yang biasa
digunakan adalah keterampilan mendengarkan, dan memantulkan perasaan.
3.Menentukan
tujuan dan mengeksplorasi pilihan. Mendiskusikan tujuan kepada klien adalah hal
penting yang harus dilakukan. Untuk mencari kejelasan, maksud dan tujuan
konseling, diantaranya :
a. Adanya perubahan pada diri klien secara fisik maupun psikis, tindakan atau perasaan.
b. Terbentuknya perasaan diterima dan dipercaya adanya masalah dalam dirinya.
c. Terciptanya pemahaman dan pengertian klien terhadap masalahnya.
d. Mampu menyelesaikan dan mengatasi masalahnya dan masaah yang akan datang.
a. Adanya perubahan pada diri klien secara fisik maupun psikis, tindakan atau perasaan.
b. Terbentuknya perasaan diterima dan dipercaya adanya masalah dalam dirinya.
c. Terciptanya pemahaman dan pengertian klien terhadap masalahnya.
d. Mampu menyelesaikan dan mengatasi masalahnya dan masaah yang akan datang.
4.Menangani
masalah. Pada langkah ini Konselor berusaha untuk dapat menentukan masalah mana
yang akan diselesaikan terlebih dahulu dan mana masalah-masalah yang harus
ditinggalkan. Konselor mengarahkan klien pada masalah yang menjadi prioritas
utama.
5.
Menumbuhkan kesadaran. Manumbuhkan kesadaran klien agar klien benar-benar
memahami apa yang sedang dialami dan apa yang harus dikerjakan dalam
menyelesaikan masalahnya. Dalam menumbuhkan kesadaran klien Konselor berusaha
mengarahkan klien mencapai apa yang disebut insight atau understanding.
6.
Merencanakan cara bertindak. Kesulitan selanjutnya adalah mengambil satu
tindakan atau keputusan penyelesaian masalah. Biasanya klien merasa kebingungan
dan rasa keraguan, maka Konselor memberikan pilihan dan mengajak klien untuk
merencanakan dan melakukan tindakan dari hasil insight.
7.
Menilai hasil dan mengakhiri konseling. Dari setiap langkah perlu diperhatikan
sejauh mana tujuan konseling yang telah didapat. Keputusan untuk mengakhiri
konseling adalah usaha bersama antara klien dan Konselor. Walaupun Konselor
sebagai penentu proses konseling tapi bukan berarti mengakhiri konseling sesuka
hati menghantikan konseling tanpa persetujuan klien.
- · MANFAAT KONSELING BAGI PSIKOLOGI
Konseling merupakan salah satu cara yang tepat untuk
membantu mengatasi berbagai permasalahan-permasalahan psikologi dalam hidup.
Konseling membantu kita untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi atau
alternatif yang tepat dan menyadarkan akan adanya potensi dari setiap manusia
untuk dapat mengatasi berbagai permasalahannya sendiri.
Ada beberapa keuntungan yang bisa di dapat dengan melakukan konseling, bagi psikologi. Diantaranya :
Ada beberapa keuntungan yang bisa di dapat dengan melakukan konseling, bagi psikologi. Diantaranya :
> Menurunkan / menghilangkan stress
> Membuat diri kita merasa lebih baik, bahagia,
tenang dan nyaman
> Lebih memahami diri sendiri dan orang
lain
> Merasakan kepuasan dalam hidup
> Mendorong perkembangan personal
> Meningkatkan hubungan yang lebih
efektif dengan orang lain
> Memaksimalkan fungsi diri dan kehidupan
kita sehari-hari
> Mengangkat semangat diri
DAFTAR PUSTAKA
- http://eko13.wordpress.com/2008/03/18/jenis-data-dan-alat-pengumpul-data/
- http://webkonseling.blogspot.com/2008/11/manfaat-dan-keuntungan-konseling.html

What are the best casinos to play in 2021?
BalasHapusWhich casinos offer jancasino slots? 1xbet login — Casino Sites. Best casino casinosites.one sites are wooricasinos.info those that allow players communitykhabar to try a game from anywhere. The most common online slots