Minggu, 23 Desember 2012

PERBEDAAN PEMASARAN SOSIAL DAN PEMASARAN KOMERSIL


        Pemasaran adalah bidang yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran produk dan membujuk orang untuk memilih produk tertentu atas barang bersaing. Banyak subbidang ada dalam pemasaran, seperti merchandising dan promosi. Demikian pula, pemasaran dapat span di beberapa industri, termasuk ritel dan perhotelan. Meskipun pemasaran ritel dan kesamaan pemasaran komersial banyak, kedua jenis pemasaran berbeda satu sama lain juga.

o   PEMASARAN  SOSIAL
Pemasaran soaial  dapat di artikan perancangan, penerapan, dan pengendalian program yang ditujukan untuk meningkatkan penerimaan suatu gagasan atau praktik tertentu pada suatu kelompok sasaran. Pada dasarnya pemasaran sosial tidak berbeda dengan pemasaran komersia. Pemasaran sosial menggunakan teknis analisis yang sama : reset pasar, pengembangan produk, penentuan harga, keterjangkauan, dan promosi.
Pemasaran sosial merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk menjual gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manejemen yang mencakup analisis, perencanaan, implementasi, dan pengawasan
Adapun tujuan dari pemasran social adalah :
1.    Perubahan Kognitif ->Peningkatan pengetahuan & pemahaman
2.   Perubahan Action / Tindakan -> Sasaran mau berbuat sesuatu yg diinginkan
3.   Perubahan Perilaku -> Sasaran dpt memperoleh perubahan ttt
4.   Perubahan Nilai ->Sasaran bersedia mengubah nilai2 yg dianut
Pemasaran sosial di perkenalkan pada tahun 1971 sebagai istilah yang digunakan untuk menjelaskan penerapan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran dalam introduksi atau memperkenalkan gagasan dan perilaku sosial. Segala sesuatu yang terkandung dalam konsep pemasaran sosial pada prinsipnya tidak berbeda dengan konsep pemasaran secara umum, walaupun terdapat sedikit perbedaan antara pemasaran di dunia usaha (komersial) dengan pemasaran sosial.

Pemasaran sosial digunakan karena beberapa alasan, yaitu: 
a.    pengalaman disektor komersial, keberhasilan dalam menjangkau konsumen serta kesediaan konsumen untuk membayar atau membeli.
b.    Pengalaman disektor sosial, resestensi terhadap program sosial ke enggangan masyarakat untuk membayar pelayanan sosial.
c.    Penggunaan proteksi, ancaman, dan inforement pada kegiatan pembangunan atau pelayanan sosial, misalnya safari KB.
d.   Orientasi konsumen versus orientasi produsen ; kuatnya orientasi konsumen di sector komersial kuatnya orientasi provedeo pada sector sosial.
e.    Kecenderungan penggunaan power di sector sosial oleh aparat pemerintah memunculkan program yang top down, instruktif dan mengandalkan mobilitasi massa.
f.    Disektor komersial, pengusaha menyadari tidak dimilikinya power untuk memaksa konsumen sehingga mendorong pengembangan upaya yang menjadi kebutuhan konsumen.

o   PEMASARAN KOMERSIL
Pemasaran komersial melempar barang ke perusahaan dan individu. Tujuan dari pemasaran komersial adalah untuk mengembangkan hubungan antara klien dan produk. Hal ini dicapai dengan menciptakan identitas merek dengan mana konsumen dapat berhubungan. Sebuah kampanye pemasaran deodorant komersial, misalnya, dapat menunjukkan produk sebagai edgy dengan penggunaan warna-warna neon dan font eklektik. Perusahaan menggunakan citra merek untuk menarik remaja. Alan Andreasen, penulis buku "Etika dalam Pemasaran Sosial," menjelaskan bahwa pemasaran komersial adalah antitesis dari pemasaran sosial. Sedangkan pemasaran komersial berusaha untuk mencerahkan individu pada manfaat dia akan menerima secara pribadi dari mengkonsumsi suatu produk, pemasaran sosial memiliki motif nirlaba dan berusaha untuk mendidik konsumen tentang isu-isu sosial kolektif
Dalam pemasaran produk komersial meliputi desain kemasan, merek, merek dagang, siklus hidup produk dan pengembangan produk baru, sedangkan dalam pemasaran sosial ini tentang apa program mencoba untuk mengubah dalam target pemirsa. Dalam harga pemasaran komersial berarti menetapkan biaya menguntungkan dan dapat dibenarkan atau nilai-nilai, sedangkan dalam pemasaran sosial, ini tentang apa yang konsumen harus menyerah untuk menerima manfaat program. Biaya di sini mungkin baik berwujud seperti uang, waktu atau perjalanan atau tidak berwujud, seperti perubahan dalam keyakinan atau kebiasaan.

o   PERBEDAAN PEMASARAN SOSIAL DAN PEMASARAN KOMERSIL
Perbedaan mendasar antara “pemasaran komersil” dan “pemasaran sosial”, menurut Andreason, adalah pada prinsip “4 P” yang dikenal sebagai marketing mix. Di dunia bisnis “4P”, adalah promotion (promosi), price (harga), product (produk) dan place (tempat). Dalam pemasaran sosial ada dua hal lain yang membuat berbeda, yaitu adanya partnership (kemitraan) dan policy (kebijakan).
Di tempat pemasaran komersial meliputi distribusi fisik barang, sedangkan dalam pemasaran sosial itu berarti saluran program menggunakan untuk mencapai target pemirsa, seperti media massa atau masyarakat.
Dalam promosi pemasaran komersial meliputi penjualan, periklanan dan promosi penjualan, sedangkan dalam pemasaran sosial ini adalah tentang bagaimana pertukaran dikomunikasikan, dan banding yang digunakan untuk melakukan hal itu.
Perbedaan lain dari pemasaran social dan pemasaran komersil adalah :
1.    Produk2 sosial lbh rumit drpd produk komersial
2.   Produk komersial biasanya lbh kontroversial
3.   Keuntungan produk sosial tdk jelas & baru dirasakan dlm jangka waktu yang panjang
4.   Saluran distribusinya sulit dikontrol
5.   Sasaran sangat terbatas, tergantung pd masalah kes/sosial yg ingin diatasi
6.   Ukuran keberhasilannya tdk dlm bentuk uang & tdk sejelas ukuran dlm produk komersial

DAFTAR PUSTAKA







PSIKOLOGI DAN PENERAPANNYA DALAM BIMBUNGAN KONSELING



          Konseling merupakan suatu hubungan yang bersifat membantu, yaitu interaksi antara konselor dan konseli yang merupakan suatu kondisi yang membuat konseli terbantu dalam mencapai perubahan yang lebih baik.  Bila dicermati, pada hakekatnya konseling itu bersifat psikologis. Namun dalam proses atau impelementasinya terdapat kesalahan atau kerancauan dalam memahami antara konseling dan psikoterapi (psikologi). Baik itu dalam proses maupun pendekatan.
Konseling sebagai proses berarti konseling tidak dapat dilakukan sesaat. Butuh proses yang merupakan waktu untuk membantu klien dalam memecahkan masalah mereka, dan bukan terjadi hanya dalam satu pertemuan. Permasalahan klien yang kompleks dan cukup berat, konseling dapat dilakukan beberapa kali dalam pertemuan secara berkelanjutan
                  Konseling yang lengkap meliputi lima proses, yaitu : Proses pengantaraan, penjajagan, penafsiran, pembinaan, dan penilaian/pengembangan. Sasaran kelima prose situ adalah gatra-gatra yang ada pada diri individu (klien) berkenaan dengan tingkah lakunya yang bermasalah dengan segenap latar belakang dan sangkut pautnya.
            Selain melalui penahapan juga harus dengan diiringi dengan sebuah pendekatan yang tepat agar jalannya konseling dapat berjalan dengan baik.

  • ·       ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM KONSELING
a.   Kognisi Dalam Konseling
Kognisi merupakan bagian intelek yang merujuk pada penerimaan, penafsiran, pemikiran, pengingatan, pengkhayalan atau penciptaan, pengambilan keputusan dan penalaran. Bagaimana orang memandang satu kejadian seringkali menentukan reaksi emosi dan kombinasi kognisi dengan emosi akan menghasilkan respon perilaku. Sebagai konsekuensinya, walaupun dua orang mengalami kejadian yang sama, mungkin akan memberikan reaksi yang berbeda.

b.  Emosi Dalam Konseling
Emosi merupakan warna afektif yang menyertai setiap perilaku individu yang berupa perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi situasi tertentu. Interaksi antara kognisi, emosi dan tindakan mencerminkan satu sistem hubungan sebab akibat.   Makna Emosi Arnold, dalam Surya (2003), menyebutkan bahwa emosi yaitu rasa dan atau perasaan yang membuat kecenderungan yang mengarah terhadap sesuatu yang secara intuitif dinilai sebagai hal yang baik dan bermanfaat, atau menjauhi dari sesuatu yang secara intuitif dinilai buruk atau berbahaya. Tindakan itu diikuti oleh pola-pola perubahan fisiologis sejalan dengan mendekati atau menghindari obyek. Pola tindakan berbeda antara emosi yang berbeda. Goleman (1996) menganggap emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak
        
         c. Motivasi Dalam Konseling
Salah satu aspek dalam konseling adalah motivasi, yaitu memberikan dorongan kepada klien agar mampu melaksanakan perilaku dalam upaya memecahkan maslahnya secara efektif dan produktif.

         d.  Perkembangan dalam Konseling Makna Perkembangan
Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progresif dan kontinyu (berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati. Pengertian perkembangan yang lain adalah perubahan-perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya yang berlangsung secara sistematis, progresif dan  berkesinambungan, baik menyangkut fisik maupun psikis. (Yusuf, LN, 2002).

  • ·         LANGKAH-LANGKAH PSIKOLOGI DALAM KONSELING

1. Menyatakan kepedulian atau keprihatinan dan membentuk kebutuhan akan bantuan menyatakan kepedulian atau keprihatinan dan membentuk hubungan dengan klien sebagai upaya menjalin kedekatan. Melalui kegiatan ini diharapkan klien berkeinginan untuk dan semangat untuk menyelesaikan masalahnya. Proses ini juga akan memberikan gambaran tentang tujuan nya mengikuti konseling. Keseriusan dan kejujuran klien akan nampak, dan memberikan penjelasan serta pengertian agar klein menyadari perlunya bantuan untuk menyelesaikan masalahnya dank lien mau mengikuti proses konseling.

2.Membentuk hubungan. Membangun hubungan yang bercirikan kepercayaan, keyakinan, dengan didasari keterbukaandan kejujuran atas semua pernyataan klien dan Konselor dalam proses konseling. Pada proses ini diharapkan akan terjadi hubungan ketergantungan pada Konselor, yaitu bagaimana Konselor dapat dijadikan sebagai pribadi yang dijadikan contoh. Hal ini menyebabkan kepercayaan klien cukup besar terhadap koselor maka bantuan akan mudah diberikan. Tehnik yang biasa digunakan adalah keterampilan mendengarkan, dan memantulkan perasaan.

3.Menentukan tujuan dan mengeksplorasi pilihan. Mendiskusikan tujuan kepada klien adalah hal penting yang harus dilakukan. Untuk mencari kejelasan, maksud dan tujuan konseling, diantaranya :
a. Adanya perubahan pada diri klien secara fisik maupun psikis, tindakan atau perasaan.
b. Terbentuknya perasaan diterima dan dipercaya adanya masalah dalam dirinya.
c. Terciptanya pemahaman dan pengertian klien terhadap masalahnya.
d. Mampu menyelesaikan dan mengatasi masalahnya dan masaah yang akan datang.

4.Menangani masalah. Pada langkah ini Konselor berusaha untuk dapat menentukan masalah mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu dan mana masalah-masalah yang harus ditinggalkan. Konselor mengarahkan klien pada masalah yang menjadi prioritas utama.

5. Menumbuhkan kesadaran. Manumbuhkan kesadaran klien agar klien benar-benar memahami apa yang sedang dialami dan apa yang harus dikerjakan dalam menyelesaikan masalahnya. Dalam menumbuhkan kesadaran klien Konselor berusaha mengarahkan klien mencapai apa yang disebut insight atau understanding.

6. Merencanakan cara bertindak. Kesulitan selanjutnya adalah mengambil satu tindakan atau keputusan penyelesaian masalah. Biasanya klien merasa kebingungan dan rasa keraguan, maka Konselor memberikan pilihan dan mengajak klien untuk merencanakan dan melakukan tindakan dari hasil insight.

7. Menilai hasil dan mengakhiri konseling. Dari setiap langkah perlu diperhatikan sejauh mana tujuan konseling yang telah didapat. Keputusan untuk mengakhiri konseling adalah usaha bersama antara klien dan Konselor. Walaupun Konselor sebagai penentu proses konseling tapi bukan berarti mengakhiri konseling sesuka hati menghantikan konseling tanpa persetujuan klien.
  • ·         MANFAAT KONSELING BAGI PSIKOLOGI
                  
Konseling merupakan salah satu cara yang tepat untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan-permasalahan psikologi dalam hidup. Konseling membantu kita untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi atau alternatif yang tepat dan menyadarkan akan adanya potensi dari setiap manusia untuk dapat mengatasi berbagai permasalahannya sendiri.

Ada beberapa keuntungan yang bisa di dapat dengan melakukan konseling, bagi psikologi. Diantaranya :
>  Menurunkan / menghilangkan stress
>  Membuat diri kita merasa lebih baik, bahagia, tenang dan nyaman
>  Lebih memahami diri sendiri dan orang lain
>  Merasakan kepuasan dalam hidup
>  Mendorong perkembangan personal
>  Meningkatkan hubungan yang lebih efektif dengan orang lain
>  Memaksimalkan fungsi diri dan kehidupan kita sehari-hari
>  Mengangkat semangat diri

DAFTAR PUSTAKA